Kiai Rosyidi Tekankan Bahwa Safar Adalah Bulan Keberkahan bagi Orang yang Taat

Margomulyo, 7 Agustus 2026 — Jamaah Masjid Wisata Religi Margomulyo memadati pelaksanaan Shalat Jumat pada Jumat, 7 Agustus 2026, yang berlangsung mulai pukul 11.30 hingga 12.30 WIB. Suasana ibadah berlangsung khusyuk dan penuh kekhidmatan, dengan kehadiran masyarakat dari berbagai dusun di wilayah Margomulyo yang mengikuti rangkaian ibadah Jumat hingga selesai.


Pada kesempatan tersebut, Kiai Rosyidi, selaku Rais Syuriyah MWCNU Margomulyo, bertindak sebagai khatib sekaligus imam Shalat Jumat. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan tema “Bulan Safar: Berkah bagi Orang Taat, Sial bagi Orang Maksiat”, sebuah pesan keagamaan yang mengajak umat Islam untuk meluruskan pemahaman tentang bulan Safar sekaligus menjadikannya sebagai momentum memperbaiki kualitas keimanan dan ketakwaan.


Mengawali khutbah, Kiai Rosyidi mengingatkan pentingnya meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan seluruh perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Beliau menegaskan bahwa banyak orang masih mewarisi keyakinan lama yang menganggap bulan Safar sebagai bulan kesialan, sehingga menunda pernikahan, pembangunan rumah, memulai usaha, atau berbagai rencana penting lainnya.


Menurut beliau, anggapan tersebut tidak memiliki dasar dalam ajaran Islam. Tidak ada satu hari, tanggal, ataupun bulan yang memiliki kekuatan membawa manfaat atau mudarat dengan sendirinya. Segala sesuatu yang terjadi di alam semesta berada sepenuhnya dalam kehendak dan ketetapan Allah SWT.


Sebagai landasan, beliau membacakan firman Allah SWT:


مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنْفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِنْ قَبْلِ أَنْ نَبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ


Yang berarti bahwa tidak ada musibah yang menimpa di bumi maupun pada diri manusia melainkan semuanya telah tertulis dalam ketetapan Allah sebelum terjadi. Ayat ini menegaskan bahwa musibah bukan datang karena bulan Safar, hari tertentu, ataupun tanggal tertentu, melainkan karena ketetapan Allah yang penuh hikmah.


Kiai Rosyidi kemudian mengutip sabda Rasulullah SAW yang secara tegas membatalkan keyakinan tentang kesialan bulan Safar:


لَا عَدْوَى وَلَا طِيَرَةَ وَلَا هَامَةَ وَلَا صَفَرَ


Hadis tersebut menunjukkan bahwa tidak ada kesialan yang berdiri sendiri, tidak ada ramalan sial, dan tidak ada kesialan pada bulan Safar. Rasulullah SAW menghapus keyakinan masyarakat Arab Jahiliyah yang menganggap Safar membawa petaka, dan mengajarkan agar umat Islam hanya menggantungkan harapan serta rasa takut kepada Allah SWT, bukan kepada mitos atau prasangka.


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa yang sesungguhnya patut ditakuti bukanlah bulan Safar, melainkan dosa dan kemaksiatan yang dilakukan manusia. Waktu tidak pernah menjauhkan keberkahan; yang menjauhkan keberkahan adalah kelalaian hati, meninggalkan salat, memutus silaturahmi, berdusta, menggunjing, menzalimi sesama, dan berbagai bentuk kemaksiatan lainnya.


Dalam khutbahnya, beliau juga mengutip nasihat Imam Ibnu Rajab Al-Hanbali:


كُلُّ زَمَانٍ شَغَلَهُ الْمُؤْمِنُ بِطَاعَةِ اللَّهِ فَهُوَ زَمَانٌ مُبَارَكٌ، وَكُلُّ زَمَانٍ شَغَلَهُ بِمَعْصِيَةِ اللَّهِ فَهُوَ زَمَانٌ مَشْؤُومٌ


Artinya, setiap waktu yang digunakan seorang mukmin untuk taat kepada Allah adalah waktu yang penuh berkah, sedangkan setiap waktu yang diisi dengan kemaksiatan adalah waktu yang membawa kesialan.


Dari penjelasan tersebut, beliau menekankan bahwa ukuran keberkahan bukan terletak pada nama bulannya, melainkan pada bagaimana seseorang mengisinya. Apabila bulan Safar diisi dengan salat berjamaah, membaca Al-Qur’an, bersedekah, berbakti kepada orang tua, menjaga lisan, memperbanyak istigfar, dan amal saleh lainnya, maka Safar akan menjadi bulan yang penuh keberkahan. Sebaliknya, apabila diisi dengan kemaksiatan, maka kesialan itu berasal dari dosa manusia sendiri, bukan dari bulan Safar.


Menutup khutbah, Kiai Rosyidi mengajak seluruh jamaah menjadikan bulan Safar sebagai momentum memperbaiki diri, memperbanyak taubat sebelum datangnya ajal, memperbanyak amal saleh sebelum kesempatan berlalu, serta memperkuat tawakal kepada Allah SWT. Beliau menegaskan bahwa orang yang dekat dengan Allah tidak akan takut terhadap bulan apa pun, karena seluruh urusan berada dalam genggaman Rabb semesta alam.


Kegiatan Shalat Jumat di Masjid Wisata Religi Margomulyo tersebut berlangsung dengan tertib dan penuh kekhusyukan hingga selesai pada pukul 12.30 WIB. Para jamaah tampak antusias menyimak khutbah yang disampaikan, karena memberikan pemahaman yang menenangkan sekaligus menguatkan keyakinan bahwa keberkahan hidup tidak ditentukan oleh mitos, melainkan oleh ketaatan kepada Allah SWT dan kesungguhan dalam beramal saleh.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar