Khutbah Jum’at di Masjid An-Nahdla Margomulyo: Gus Luthfie Ajak Jamaah Bangun Optimisme dan Ketakwaan

Margomulyo – Masjid Wisata Religi An-Nahdla kembali dipadati jamaah dalam pelaksanaan ibadah shalat Jum’at pada 28 November 2025. Suasana khidmat terasa sejak awal ketika Gus Luthfie Zamroni, Wakil Ketua PCNU Bojonegoro, tampil sebagai khatib sekaligus imam pada pelaksanaan khutbah Jum’at tersebut.

Dalam khutbahnya, Gus Luthfie mengangkat tema tentang optimisme dalam menghadapi dinamika kehidupan, sebagaimana tertuang dalam naskah khutbah resmi yang beliau bawakan. Beliau menegaskan bahwa setiap manusia pasti melewati masa sulit dan masa lapang, namun seorang muslim wajib menghadapinya dengan kesabaran, keteguhan iman, dan prasangka baik kepada Allah SWT.

Mengutip firman Allah dalam QS. Asy-Syarh ayat 5–6:

“Fa inna ma’al ‘usri yusrā. Inna ma’al ‘usri yusrā.”
"Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan.”

Gus Luthfie mengingatkan bahwa ujian hidup adalah keniscayaan, namun Allah selalu menyediakan jalan keluar bagi hamba yang sabar dan bertawakal. Dalam khutbahnya juga disebutkan tentang pentingnya memelihara akal, sebagai anugerah Allah yang membedakan manusia dari makhluk lainnya. Dengan akal, manusia dapat mengolah, berproses, dan memaknai setiap peristiwa dalam hidupnya.

Beliau mengajak jamaah untuk tidak mudah berputus asa, serta menata niat dalam mencari rezeki dan menjalani kehidupan dunia secara seimbang dengan orientasi akhirat.

Usai pelaksanaan shalat Jum’at, Gus Luthfie meluangkan waktu untuk ramah tamah bersama pengurus Takmir Masjid An-Nahdla. Suasana hangat dan penuh keakraban terlihat saat beliau berdiskusi ringan mengenai keberlangsungan kegiatan keagamaan di masjid. Acara kemudian ditutup dengan sesi foto bersama, sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penguatan ukhuwah di lingkungan masjid.

Khutbah dan pertemuan tersebut diharapkan mampu menambah semangat jamaah dan takmir masjid dalam memakmurkan rumah Allah serta membangun optimisme dalam menjalani kehidupan sehari-hari.

Syukur Sebagai Cahaya Hidup: Pelajaran Berharga dari Khutbah KH. Ridwan Hambali

KH. Ridwan Hambali (Tengah)

Kegiatan ibadah Shalat Jumat di Masjid An-Nahdla Margomulyo pada Jum’at, 21 November 2025 berlangsung khidmat. Ibadah dimulai pukul 11.30 WIB hingga selesai, dengan para jamaah antusias hadir memenuhi saf-saf masjid.

Pada pelaksanaan Jumat kali ini, tampil sebagai Khotib KH. Ridwan Hambali, Lc., M.A, yang saat ini menjabat sebagai Direktur Pascasarjana UNUGIRI Bojonegoro. Beliau menyampaikan khutbah dengan tema “Syukur Atas Nikmat Allah”, sebuah pesan yang menyentuh hati dan relevan dengan kehidupan sehari-hari.

Dalam khutbahnya, KH. Ridwan Hambali mengajak jamaah untuk menanamkan tekad meningkatkan iman dan takwa sebagai wujud rasa syukur atas kehidupan serta segala nikmat yang telah Allah anugerahkan. Beliau menegaskan bahwa takwa merupakan sebaik-baik bekal saat menghadap Allah di hari pengadilan kelak. 

Khotib juga mengisahkan keteladanan Nabi Sulaiman ‘Alaihis Salam yang, meskipun dianugerahi kekuasaan besar dan kemampuan luar biasa, tetap menunjukkan sifat rendah hati dan tidak henti-hentinya bersyukur atas nikmat Allah. Bahkan mendengar nasihat seekor semut pun, Nabi Sulaiman langsung menengadahkan doa agar selalu diberi kemampuan untuk bersyukur dan berbuat kebaikan. 

Lebih lanjut disampaikan bahwa syukur bukan sekadar ucapan lisan, tetapi pengakuan dari hati bahwa segala kenikmatan, kemampuan, ilmu dan rezeki berasal dari Allah, bukan dari upaya diri sendiri. Karena itu, orang yang bersyukur sudah seharusnya memanfaatkan nikmat yang dimiliki untuk kebaikan dan kemaslahatan.

KH. Ridwan Hambali juga mengingatkan jamaah bahwa Allah menjanjikan tambahan nikmat bagi orang-orang yang pandai bersyukur, sedangkan kelalaian dalam bersyukur merupakan bentuk kekufuran nikmat yang akan mendatangkan kerugian. Beliau menutup khutbah dengan ajakan agar seluruh jamaah membudayakan kebiasaan bersyukur melalui amal saleh, akhlak baik, serta ketaatan kepada Allah SWT. 

Suasana penuh kekhidmatan tampak mewarnai seluruh rangkaian ibadah hingga selesai. Para jamaah menyimak khutbah dengan penuh perhatian, terlebih karena tema syukur sangat dekat dengan realitas kehidupan masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan dan dinamika sosial. Melalui pesan-pesan yang disampaikan, jamaah diingatkan bahwa keberkahan hidup, ketentraman rumah tangga, kesehatan, rezeki, hingga kesempatan untuk beribadah adalah nikmat besar yang tidak boleh diabaikan. 

Sebelum mengakhiri khutbah, KH. Ridwan Hambali mengajak jamaah untuk senantiasa bermuhasabah, serta membiasakan diri menghubungkan segala capaian dan keberhasilan hidup kepada Allah SWT, bukan sekadar kemampuan diri. Beliau menekankan bahwa orang yang bersyukur bukan hanya menerima nikmat, tetapi juga menggunakan nikmat tersebut untuk menebar manfaat bagi keluarga, masyarakat, dan lingkungan sekitar. 

Beliau juga menambahkan bahwa umat Islam yang bersyukur akan menjadi pembawa kebaikan, menjaga hubungan baik dengan sesama, serta berkontribusi dalam membangun kehidupan yang damai, stabil, dan beradab. Sejalan dengan hal itu, rasa syukur memiliki nilai ibadah sekaligus nilai sosial karena dapat mendorong terbangunnya masyarakat yang saling menghargai, saling menolong, dan saling menguatkan. 

Dengan terselenggaranya kegiatan Jumat ini, diharapkan seluruh jamaah semakin terdorong untuk membiasakan rasa syukur dalam kehidupan sehari-hari, memanfaatkan setiap kesempatan berbuat kebaikan, serta menjaga kualitas iman dan ibadah demi meraih ridha dan keberkahan Allah SWT.

Ibadah Salat Jumat berakhir dengan doa bersama, penuh harap agar jamaah selalu tergolong ke dalam hamba-hamba Allah yang bersyukur dan mendapatkan keberkahan hidup di dunia maupun akhirat.

Setelah rangkaian ibadah dan khutbah selesai, KH. Ridwan Hambali, Lc., M.A menyempatkan diri untuk beramah tamah dengan takmir Masjid An-Nahdla. Suasana hangat tercipta dalam pertemuan tersebut, di mana pihak takmir menyampaikan rasa terima kasih atas kehadiran dan ilmu yang beliau sampaikan dalam khutbah Jumat. Silaturahmi ini berlangsung penuh keakraban serta menjadi momen saling mendoakan agar kegiatan dakwah dan pembinaan umat dapat terus berjalan dengan baik.

Sebagai penutup, beliau dan para pengurus takmir melakukan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan kenangan atas terselenggaranya kegiatan Jumat pada hari tersebut. Momen ini juga menandai harapan agar kerja sama dan hubungan baik antara Masjid An-Nahdla dan para ulama serta tokoh masyarakat terus terjalin di masa mendatang.

Menyibak Hikmah Kelapangan Dada: Tausiyah Mendalam Ustadz Anwar Saleh Hasibuan, Lc., M.H.

Momen Foto bersama Ustadz H. Anwar Saleh Hasibuan (Surban Hijau) dengan takmir masjid

Margomulyo – Kegiatan ibadah Jum’at di Masjid Wisata Religi An-Nahdla Margomulyo pada Jum’at, 14 November 2025 berlangsung khidmat dan penuh antusias dari jamaah setempat. Pelaksanaan dimulai pukul 11.30 WIB hingga selesai, dengan khotib Ustadz H. Anwar Saleh Hasibuan, Lc., M.H., seorang alumni Universitas Al-Azhar Mesir sekaligus dosen tetap Hukum Ekonomi Syariah di UNUGIRI Bojonegoro.

Dalam khutbahnya, Ustadz Anwar mengangkat tema “Sebab-Sebab Lapangnya Dada (Hati)”, sebuah materi yang menekankan pentingnya ketenangan batin dan kelapangan hati dalam menjalani kehidupan. Beliau menjelaskan bahwa kelapangan dada merupakan salah satu nikmat terbesar yang Allah anugerahkan kepada hamba-Nya. Dengan mengutip berbagai ayat Al-Qur’an, seperti QS. Az-Zumar: 22 dan QS. Al-An’am: 125, Ustadz Anwar menegaskan bahwa kelapangan hati hanya diberikan kepada orang-orang yang senantiasa mengingat Allah dan istiqamah dalam ajaran Islam.

Beliau juga memaparkan 10 sebab yang melapangkan dada, antara lain: mentauhidkan Allah, memperbanyak zikir, berdoa memohon kelapangan dada, merenungi nikmat Allah, memperbanyak amal saleh, berbuat baik kepada sesama, menjauhi maksiat, membaca Al-Qur’an dengan tadabbur, ridha terhadap takdir Allah, serta mengisi waktu dengan aktivitas yang bermanfaat. Penjelasan tersebut disampaikan dengan gaya bahasa yang menyentuh dan mudah dipahami, sehingga jamaah tampak antusias dan menyimak dengan seksama.

Suasana masjid terasa teduh dan penuh ketenangan selama khutbah berlangsung, mencerminkan pesan utama yang disampaikan khotib. Setelah pelaksanaan salat Jum’at selesai, Ustadz Anwar meluangkan waktu untuk beramah-tamah bersama jamaah dan melakukan foto bersama takmir masjid, sebagai bentuk kedekatan dan silaturahmi.

Kegiatan khutbah dan salat Jum’at di Masjid Wisata Religi An-Nahdla Margomulyo kali ini bukan hanya menjadi momen ibadah rutin, tetapi juga memberikan tambahan ilmu dan motivasi spiritual bagi seluruh jamaah yang hadir. Semoga pesan-pesan yang disampaikan dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari.

Kegiatan ini juga menjadi salah satu agenda rutin Masjid Wisata Religi An-Nahdla dalam menghadirkan para khotib kompeten dan berpengalaman untuk memberikan pencerahan keagamaan kepada masyarakat Margomulyo dan sekitarnya. Takmir masjid berharap, kehadiran para khotib seperti Ustadz H. Anwar Saleh Hasibuan dapat terus memperkuat syiar Islam serta meningkatkan kualitas keimanan jamaah.

Selain itu, para jamaah mengaku sangat terbantu dengan materi khutbah yang disampaikan. Banyak di antara mereka merasa bahwa penjelasan mengenai cara-cara melapangkan dada menjadi bekal penting menghadapi berbagai tantangan kehidupan modern yang sering menimbulkan tekanan dan kegelisahan.

Dengan selesainya seluruh rangkaian kegiatan, panitia menyampaikan terima kasih atas partisipasi jamaah dan kehadiran Ustadz Anwar. Masjid Wisata Religi An-Nahdla berkomitmen untuk terus menjadi pusat kegiatan keagamaan yang edukatif, menyejukkan, dan mampu memperkuat ukhuwah Islamiyah di lingkungan Margomulyo.

Acara ditutup dengan penuh kehangatan dan harapan agar khutbah yang telah disampaikan dapat memberikan keberkahan, ketenangan, serta kelapangan dada bagi seluruh jamaah.

KH. Sun’an Mubarok Ajak Jamaah Masjid An-Nahdla Margomulyo Meneguhkan Istiqamah dalam Berislam


Margomulyo — Suasana Masjid An-Nahdla Margomulyo pada Jumat, 24 Oktober 2025, terasa khusyuk dan penuh makna. Kegiatan Khutbah Jum’at kali ini menghadirkan KH. Drs. Sun’an Mubarok, S.Pd.I., MM., selaku Kasi Bimbingan Masyarakat (Bimas) Islam Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, sebagai khatib. Kegiatan dimulai pukul 11.30 WIB dan berlangsung hingga selesai dengan penuh kekhidmatan.

Dalam khutbahnya, KH. Sun’an Mubarok menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya istiqamah dalam beragama, khususnya dalam menjaga keimanan dan ketaatan kepada Allah SWT di tengah tantangan kehidupan modern. Beliau mengingatkan jamaah agar selalu berpegang teguh pada ajaran Islam hingga akhir hayat.

“Janganlah engkau mati melainkan dalam keadaan beragama Islam,” tegas beliau mengutip firman Allah dalam Surah Ali Imran ayat 102, sebagai seruan agar umat senantiasa menjaga konsistensi keimanan dan amal saleh dalam kehidupan sehari-hari.

KH. Sun’an juga menekankan bahwa istiqamah bukan hanya sekadar ucapan, melainkan bukti nyata dalam perbuatan. Seorang muslim yang istiqamah akan senantiasa menegakkan nilai kejujuran, tanggung jawab, dan cinta damai dalam setiap aspek kehidupan.

“Istiqamah adalah tanda kemantapan hati. Orang yang istiqamah tidak mudah tergoyahkan oleh godaan dunia, karena hatinya terpaut kepada Allah,” ujarnya penuh hikmah.

Usai pelaksanaan khutbah dan salat Jumat, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah dan foto bersama antara KH. Sun’an Mubarok dan jamaah Masjid An-Nahdla. Suasana hangat dan penuh kekeluargaan tampak mewarnai pertemuan tersebut, sebagai bentuk ukhuwah Islamiyah yang terus dijaga oleh masyarakat Margomulyo.

Kehadiran KH. Sun’an Mubarok dalam khutbah Jumat kali ini tidak hanya memberikan pencerahan spiritual bagi jamaah, tetapi juga menjadi teladan bagi umat tentang pentingnya meneguhkan keimanan, memperkuat keislaman, dan beristiqamah di jalan Allah SWT.

Khutbah Jum’at di Masjid Wisata Religi An-Nahdla Margomulyo: Pesan Istiqomah dari Sekretaris PCNU Bojonegoro

foto bersama usai Khutbah Jum'at

Margomulyo – Suasana khidmat menyelimuti Masjid Wisata Religi An-Nahdla Margomulyo pada Jumat (5/9/2025). Jamaah berbondong-bondong memenuhi saf shalat Jumat yang dimulai pukul 11.34 WIB hingga selesai. Ibadah kali ini dipimpin oleh K. Moh. Zainudin, M.Pd., Sekretaris PCNU Bojonegoro, yang bertindak sebagai khatib sekaligus imam.

Dalam khutbahnya, K. Moh. Zainudin mengangkat tema penting tentang ketaqwaan, keistiqomahan, dan kesabaran dalam menghadapi dinamika kehidupan. Beliau mengingatkan jamaah bahwa hidup di dunia hanyalah sementara dan setiap muslim harus senantiasa memperkuat iman serta amal shalih sebagai bekal menuju akhirat.

Beliau mengutip firman Allah dalam Al-Qur’an:

“Yā ayyuhallażīna āmanuttaqullāha ḥaqqa tuqātihī wa lā tamūtunna illā wa antum muslimūn” (QS. Āli ‘Imrān: 102)

“Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benarnya takwa, dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan muslim.”

Pesan tersebut ditegaskan dengan seruan agar jamaah menjadikan masjid sebagai pusat ibadah sekaligus pusat peradaban umat Islam. “Masjid harus hidup dengan dzikir, doa, dan kajian ilmu. Di sanalah kekuatan umat dibangun,” tutur beliau dalam khutbahnya.

Usai khutbah dan pelaksanaan shalat Jumat, acara dilanjutkan dengan ramah tamah bersama pengurus takmir masjid. Dalam kesempatan itu, K. Moh. Zainudin berpesan khusus kepada jajaran takmir agar tetap istiqomah dan sabar dalam mengemban amanah ketakmiran.

“Mengurus masjid bukan hanya soal bangunan fisik, melainkan bagaimana memakmurkannya dengan ibadah dan kegiatan yang menumbuhkan iman. Takmir harus sabar, karena apa yang dijalankan insyaAllah menjadi amal jariyah yang pahalanya tidak akan terputus,” ungkapnya.

Kegiatan khutbah Jumat ini meninggalkan kesan mendalam bagi jamaah. Selain mempertegas urgensi taqwa, juga menjadi pengingat pentingnya peran takmir masjid dalam menjaga syiar Islam agar tetap hidup dan berkesinambungan di Margomulyo.

Mensyukuri Kemerdekaan, Merawat Persaudaraan: Pesan Hangat Kepala Kemenag Bojonegoro di Masjid An-Nahdla



 Margomulyo— Suasana khidmat menyelimuti Masjid An-Nahdla pada Jumat, 22 Agustus 2025. Jamaah yang memadati masjid mengikuti khutbah Jumat yang disampaikan langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Bojonegoro, Dr. H. Amanullah, S.Ag., M.H.I.


Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang saat ini dinikmati bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan buah dari perjuangan panjang para pahlawan bangsa.

"Para pejuang terdahulu telah mengorbankan jiwa, raga, bahkan nyawa demi terwujudnya kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan mengisi kemerdekaan melalui amal terbaik, persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara," tegas Dr. Amanullah dalam khutbahnya.

Beliau juga menekankan bahwa rasa syukur terhadap kemerdekaan harus diwujudkan tidak hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan tindakan nyata. Umat Islam diajak untuk berkontribusi dalam menjaga persaudaraan, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kehidupan berbangsa yang harmonis dan penuh semangat kebersamaan.

Usai menyampaikan khutbah, Dr. Amanullah menyempatkan diri untuk ramah tamah dengan pengurus takmir Masjid An-Nahdla. Suasana begitu hangat dan akrab tanpa sekat, roman penuh persaudaraan tampak menyelimuti pertemuan tersebut.

Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Bojonegoro memberikan pesan khusus kepada para takmir masjid agar senantiasa bersabar dan tetap istiqomah dalam berkhidmah. “Mengurus masjid adalah amanah mulia. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan. InsyaAllah, setiap langkah pengabdian akan dicatat sebagai amal jariyah,” tuturnya penuh nasihat.

Momen sederhana namun penuh makna itu menjadi penutup indah dalam rangkaian kegiatan Jumat di Masjid An-Nahdla, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan antara ulama, umara, dan jamaah dalam merawat ukhuwah Islamiyah.

(Red/Drun)

Jumat Berkah di Masjid An-Nahdla: Menghayati Muharram dalam Semangat Hijrah


Sumberjo, 11 Juli 2025 — Masjid An-Nahdla kembali menjadi pusat spiritual masyarakat Margomulyo dalam pelaksanaan Khutbah Jumat yang khidmat dan sarat makna. Kali ini, bertindak sebagai Khatib, KH. Ridwan Hambali, Lc., M.ADirektur Pascasarjana UNUGIRI Bojonegoro.

Dalam khutbahnya yang mengangkat tema “Menghidupkan Nilai Hijrah dan Keutamaan Muharram”, KH. Ridwan menekankan pentingnya memaknai tahun baru Hijriah, khususnya bulan Muharram, sebagai momentum untuk melakukan hijrah moral dan spiritual. Umat diajak untuk meneladani keteladanan Nabi Muhammad SAW dan para sahabat, yang dengan hijrah mereka lahirlah peradaban Islam yang agung dan penuh kasih sayang.

Usai pelaksanaan shalat Jumat, suasana kekeluargaan pun terasa hangat dalam ramah tamah bersama pengurus takmir Masjid An-Nahdla. Dalam pertemuan tersebut, KH. Ridwan memberikan motivasi dan dukungan moral agar masjid tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat dakwah, pendidikan, dan pemberdayaan umat di wilayah Margomulyo.

Kegiatan ini menjadi momentum penting untuk meneguhkan kembali komitmen keislaman dan kebangsaan masyarakat, dengan spirit hijrah menuju pribadi dan bangsa yang lebih baik.


📜 Materi Khutbah Jumat

Tema: Hijrah Menuju Kepribadian yang Mulia dalam Semangat Muharram
Tempat: Masjid An-Nahdla, Sumberjo, Margomulyo
Tanggal: Jumat, 11 Juli 2025 / Pertengahan Muharram 1447 H
Khatib: KH. Ridwan Hambali, Lc., M.A

Isi Pokok Khutbah:

  1. Seruan Takwa:

    • Mengajak seluruh jamaah untuk bertakwa kepada Allah SWT dengan menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya secara maksimal.

  2. Keutamaan Muharram:

    • Muharram adalah bulan mulia, salah satu dari empat bulan haram.

    • Dosa diperberat, dan pahala dilipatgandakan di bulan ini (QS. At-Taubah: 36).

  3. Spirit Hijrah:

    • Muharram bukan hanya penanggalan baru, tetapi momentum hijrah menuju pribadi yang lebih baik.

    • Teladani semangat kaum Muhajirin dan Anshar yang penuh ukhuwah dan pengorbanan.

  4. Amalan Spesial di Bulan Muharram (khususnya Asyura):

    • Mandi Asyura

    • Bersedekah, menyantuni anak yatim

    • Memberi makan dan minum

    • Memperbanyak ibadah, istighfar, dan membaca Al-Ikhlas

    • Berbuat baik kepada sesama, menjenguk orang sakit, dan memaafkan kesalahan

  5. Relevansi Sosial dan Kebangsaan:

    • Spirit Muharram bisa digunakan sebagai alat untuk membangun moral bangsa.

    • Mendorong umat agar berpartisipasi aktif dalam membangun masyarakat yang berakhlak dan beradab.

  6. Penutup:

    • Doa dan harapan agar umat Islam terus memperbaiki diri, mempererat persatuan, dan menjadi agen perdamaian serta kemajuan umat dan bangsa.