Bertindak sebagai Imam sekaligus Khotib dalam kesempatan ini adalah Kiyai Badrun Sulaiman, yang juga menjabat sebagai Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan pesan-pesan keislaman yang sarat makna, khususnya mengenai pentingnya menjaga silaturahmi dan membudayakan sikap saling memaafkan dalam kehidupan sehari-hari.
Disampaikan bahwa silaturahmi bukan sekadar hubungan sosial, melainkan bagian integral dari keimanan seorang muslim. Orang yang beriman kepada Allah dan hari akhir dituntut untuk memuliakan tamu, menjaga hubungan kekerabatan, serta senantiasa berkata baik atau lebih memilih diam. Nilai-nilai ini menjadi cerminan akhlak mulia yang harus terus dipupuk dalam kehidupan bermasyarakat.
Lebih lanjut, khutbah juga menekankan besarnya keutamaan silaturahmi, di antaranya sebagai jalan mendatangkan ridha Allah SWT, mempererat persaudaraan, melapangkan rezeki, serta memperpanjang umur. Bahkan, menjaga hubungan baik dengan sesama diyakini mampu menghadirkan kebahagiaan tidak hanya di dunia, tetapi juga di akhirat kelak.
Selain itu, jamaah juga diajak untuk menumbuhkan sikap saling memaafkan, terlebih dalam momentum setelah Hari Raya Idul Fitri. Memaafkan dan meminta maaf dipandang sebagai upaya membersihkan diri dari dosa, baik kepada Allah maupun kepada sesama manusia. Dalam kehidupan sehari-hari, berbagai bentuk kesalahpahaman sering terjadi, baik dalam keluarga, pertemanan, lingkungan kerja, maupun masyarakat. Oleh karena itu, diperlukan sikap lapang dada, introspeksi diri, serta kesungguhan untuk memperbaiki hubungan yang retak.
Khotib juga mengingatkan bahwa setiap kesalahan antarmanusia harus diselesaikan di dunia, karena di akhirat tidak ada lagi harta yang bisa digunakan sebagai penebus, melainkan hanya pahala dan dosa. Maka, membiasakan diri untuk segera meminta maaf dan dengan ikhlas memberi maaf merupakan langkah bijak dalam menjaga keharmonisan hidup.
Kegiatan Shalat Jum’at ini tidak hanya menjadi rutinitas ibadah mingguan, tetapi juga menjadi momentum penting untuk memperkuat nilai-nilai ukhuwah Islamiyah di tengah masyarakat. Dengan semangat silaturahmi dan saling memaafkan, diharapkan tercipta kehidupan yang damai, harmonis, dan penuh keberkahan.
Sebagai penutup rangkaian ibadah, khutbah kedua diisi dengan ajakan untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT, serta memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW sebagai bentuk kecintaan umat kepada Rasulullah. Doa-doa dipanjatkan dengan penuh harap, memohon ampunan bagi seluruh kaum muslimin dan muslimat, serta perlindungan dari berbagai musibah, penyakit, dan kesulitan hidup.
Jamaah tampak mengikuti setiap rangkaian ibadah dengan penuh kekhusyukan. Nuansa kebersamaan dan persaudaraan begitu terasa, terlebih dengan hadirnya para peziarah dari berbagai daerah yang turut membaur dengan masyarakat setempat. Hal ini menjadi bukti bahwa Masjid Samin Baitul Muttaqin memiliki daya tarik spiritual yang kuat, sekaligus menjadi ruang perjumpaan umat dalam mempererat tali ukhuwah Islamiyah.
Selepas pelaksanaan Shalat Jum’at, sebagian jamaah memanfaatkan momen untuk bersilaturahmi, saling berjabat tangan, serta berbincang hangat dalam suasana penuh keakraban. Tidak sedikit pula peziarah yang melanjutkan kegiatan dengan berdoa dan berziarah di sekitar kawasan masjid, menambah kekhidmatan suasana religius yang telah terbangun sejak awal kegiatan.
Dengan terselenggaranya kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dalam khutbah tidak hanya berhenti sebagai nasihat semata, namun dapat diamalkan dalam kehidupan sehari-hari. Semangat menjaga silaturahmi, memperbanyak kebaikan, serta membiasakan sikap saling memaafkan menjadi bekal penting dalam membangun masyarakat yang rukun, damai, dan diridhai Allah SWT.
Kegiatan Jum’at di Masjid Samin Baitul Muttaqin pun kembali menegaskan perannya sebagai pusat ibadah dan pembinaan umat, yang tidak hanya menguatkan hubungan vertikal kepada Allah, tetapi juga mempererat hubungan horizontal antar sesama manusia. Semoga keberkahan senantiasa menyertai setiap langkah jamaah dalam mengamalkan ajaran Islam secara kaffah.
.png)