runing text

Selamat Datang Di Website Resmi Masjid Wisata Religi Sumberjo Margomulyo Kabupaten Bojonegoro Jawa Timur. =====> Khutbah Inspiratif Kiyai Taufiq Azzuhri: Keluarga adalah Pondasi Utama Lahirnya Generasi Rabbani, Menggapai Keselamatan Akhirat, Gus Fathur Rozi Ajak Jamaah Meneladani Akhlak Rasulullah SAW. Malam Jum’at Pon di Masjid Wisata Religi Margomulyo: Menebar Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk sebagai Jalan Meraih Rahmat Allah

Khutbah Inspiratif Kiyai Taufiq Azzuhri: Keluarga adalah Pondasi Utama Lahirnya Generasi Rabbani

Sesi foto bersama Kiyai Taufiq Azzuhri (Tengah)
Margomulyo – Jumat, 10 Juli 2026. Suasana religius dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan ibadah Shalat Jumat di Masjid Wisata Religi Dusun Bungkul, Desa Sumberjo, Kecamatan Margomulyo, pada Jumat, 10 Juli 2026, mulai pukul 11.40 WIB hingga selesai. Ratusan jamaah dari berbagai wilayah memadati masjid yang telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Bojonegoro tersebut.


Bertindak sebagai khatib sekaligus imam Shalat Jumat adalah Kiyai Taufiq Azzuhri, Wakil Ketua PCNU Bojonegoro. Dalam khutbahnya yang bertema "Keluarga sebagai Madrasah Pertama", beliau mengajak seluruh jamaah untuk kembali menempatkan keluarga sebagai pusat pendidikan iman, akhlak, dan pembentukan karakter generasi penerus.


Mengawali khutbah, Kiyai Taufiq Azzuhri mengingatkan bahwa ketakwaan kepada Allah SWT tidak cukup diwujudkan hanya ketika berada di masjid, melainkan harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari, terutama di lingkungan keluarga. Beliau menyoroti fenomena yang kerap terjadi di tengah masyarakat, yakni seseorang tampak santun di luar rumah, namun kurang menghadirkan kasih sayang dan kelembutan kepada anggota keluarganya sendiri.


Menurut beliau, keluarga merupakan amanah terbesar yang diberikan Allah SWT kepada setiap muslim. Keharmonisan rumah tangga tidak cukup dibangun dengan kecukupan materi semata, tetapi harus diperkuat dengan kehadiran, perhatian, pendidikan, kasih sayang, dan keteladanan dari setiap anggota keluarga. Anak-anak membutuhkan figur orang tua yang mampu menjadi pendidik pertama, sementara pasangan hidup memerlukan perhatian, penghargaan, dan komunikasi yang baik agar tercipta keluarga yang sakinah.


Dalam khutbahnya, Kiyai Taufiq Azzuhri juga mengangkat keteladanan Rasulullah SAW sebagai sosok family man yang sempurna. Meski memikul amanah besar sebagai pemimpin umat dan pembawa risalah Islam, Rasulullah tetap memberikan perhatian penuh kepada keluarganya. Keteladanan tersebut menjadi bukti bahwa kesibukan berdakwah maupun bekerja tidak boleh mengabaikan tanggung jawab terhadap keluarga.


Beliau kemudian mengutip hadis riwayat Malik bin Al-Huwairits yang menceritakan bagaimana Rasulullah SAW mempersilakan para sahabat muda kembali ke rumah setelah menuntut ilmu selama dua puluh hari. Rasulullah tidak hanya memerintahkan mereka pulang, tetapi juga membawa amanah untuk mengajarkan ilmu agama kepada keluarga masing-masing. Pesan ini menunjukkan bahwa rumah merupakan madrasah pertama yang harus dipenuhi dengan nilai-nilai keimanan, akhlak mulia, dan pendidikan Islam.


Lebih lanjut, beliau menegaskan bahwa ilmu agama yang diperoleh di masjid atau majelis taklim hendaknya tidak berhenti sebagai pengetahuan pribadi, tetapi diwujudkan dalam kehidupan rumah tangga. Rumah yang diberkahi bukanlah rumah yang megah secara fisik, melainkan rumah yang di dalamnya hidup shalat berjamaah, lantunan Al-Qur'an, doa, zikir, saling menghormati, serta komunikasi yang penuh kasih sayang antaranggota keluarga.


Menutup khutbahnya, Kiyai Taufiq Azzuhri mengajak seluruh jamaah melakukan muhasabah terhadap kehidupan keluarga masing-masing. Sudahkah keluarga merasakan manfaat dari ilmu agama yang dimiliki? Sudahkah anak-anak mengenal Allah melalui keteladanan orang tuanya? Dan sudahkah rumah menjadi tempat yang menghadirkan ketenangan, bukan justru menjadi sumber ketegangan. Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi renungan mendalam bagi seluruh jamaah agar senantiasa memperbaiki kualitas kehidupan keluarga sebagai fondasi lahirnya masyarakat yang beriman dan berakhlakul karimah.


Pelaksanaan Shalat Jumat berlangsung dengan tertib, khusyuk, dan penuh kekhidmatan. Melalui pesan-pesan yang disampaikan dalam khutbah tersebut, diharapkan seluruh jamaah dapat semakin menyadari bahwa membangun keluarga yang religius merupakan investasi terbesar dalam mencetak generasi yang saleh, berilmu, dan berakhlak mulia. Dari keluarga yang kuat akan lahir masyarakat yang kokoh, dan dari masyarakat yang kokoh akan terbangun peradaban Islam yang penuh rahmat bagi semesta alam.