Malam Jum’at Pon di Masjid Wisata Religi Samin Baitul Muttaqin: Gus Afi Ajak Jamaah Memaknai Syukur sebagai Identitas Kehambaan

MARGOMULYO — Kamis, 13 Agustus 2026. Suasana religius dan penuh kekhidmatan menyelimuti Masjid Wisata Religi Samin Baitul Muttaqin, Sumberjo, Margomulyo, pada Kamis malam, 13 Agustus 2026. Bertepatan dengan Malam Jum’at Pon, masjid tersebut kembali menggelar kajian rutin yang berlangsung mulai pukul 19.30 hingga 22.30 WIB. Kegiatan ini menjadi ruang bersama untuk memperkuat spiritualitas sekaligus mempererat silaturahmi antara takmir masjid, marbot, pedagang UMKM, masyarakat sekitar, dan para jamaah.

Kajian menghadirkan Gus Risyaf Muafi, M.Pd.I., Pengasuh Pondok Pesantren Assyakur Mojosari, Sumberjo, Margomulyo, sebagai pemateri. Dalam penyampaiannya, Gus Afi menekankan pentingnya syukur kepada Allah SWT sebagai wujud nyata identitas kehambaan manusia. Menurutnya, rasa syukur tidak semata-mata diwujudkan melalui ungkapan lisan, tetapi harus tercermin dalam kesadaran hati, sikap, dan perilaku seorang hamba dalam menjalani kehidupan.

Syukur, dalam perspektif keislaman, merupakan kesadaran mendalam bahwa setiap nikmat yang diterima manusia pada hakikatnya bersumber dari Allah SWT. Kesadaran tersebut melahirkan sikap rendah hati, tidak mudah mengeluh, serta mendorong seseorang untuk menggunakan setiap nikmat secara benar dan memberikan kemanfaatan bagi sesama. Dengan demikian, syukur bukan hanya respons terhadap kesenangan, tetapi merupakan karakter spiritual yang seharusnya hadir dalam setiap keadaan.

Kajian tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan interaktif. Para jamaah mengikuti materi dengan penuh perhatian, menjadikan momentum Malam Jum’at Pon tidak sekadar sebagai rutinitas keagamaan, tetapi juga sebagai sarana melakukan refleksi diri dan memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Melalui kajian rutin ini, Masjid Wisata Religi Samin Baitul Muttaqin terus meneguhkan perannya sebagai pusat ibadah, pembelajaran keislaman, dan penguatan kehidupan sosial masyarakat. Semangat menghadirkan kegiatan keagamaan secara berkelanjutan diharapkan mampu membangun kesadaran religius sekaligus menumbuhkan karakter masyarakat yang senantiasa bersyukur, amanah, peduli, dan bermanfaat bagi lingkungan sekitarnya.

Related Posts

Tidak ada komentar:

Posting Komentar