Jumat, 26 Desember 2025

Khutbah Jum’at di Masjid Wisata Religi Margomulyo: Menegaskan Urgensi Sholat sebagai Penjaga Iman


Masjid Wisata Religi Margomulyo kembali menggelar pelaksanaan Shalat Jum’at dengan penuh kekhidmatan pada Jum’at, 26 Desember 2025. Kegiatan ibadah mingguan tersebut dimulai pukul 11.30 WIB hingga selesai dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan masyarakat dengan suasana tertib, khusyuk, dan religius.

Pada kesempatan tersebut, yang bertindak sebagai khotib sekaligus imam Shalat Jum’at adalah Kiyai Imam Sholikhin, S.Pd., Anggota DPR Kabupaten Bojonegoro. Dalam khutbahnya, beliau mengangkat tema urgensi wahyu sholat serta bahaya meninggalkan sholat, sebagai pondasi utama dalam menjaga keimanan dan ketakwaan seorang muslim.

Dalam penyampaiannya, khotib menegaskan bahwa sholat merupakan perintah langsung dari Allah SWT yang diterima Rasulullah ﷺ melalui peristiwa Isra’ Mi’raj, sehingga kedudukannya sangat fundamental dalam kehidupan seorang mukmin. Sholat bukan sekadar kewajiban ritual, tetapi menjadi pembeda antara iman dan kekufuran, serta penentu keselamatan manusia di akhirat.

Imam Sholikhin, juga mengingatkan ancaman keras bagi orang-orang yang dengan sengaja meninggalkan sholat, sebagaimana firman Allah SWT tentang siksa neraka Saqar:

مَا سَلَكَكُمْ فِي سَقَرَ ۝ قَالُوا لَمْ نَكُ مِنَ الْمُصَلِّينَ

“Apakah yang memasukkan kamu ke dalam neraka Saqar?”
Mereka menjawab, “Kami dahulu tidak termasuk orang-orang yang melaksanakan sholat.”
(QS. Al-Muddatstsir: 42–43)

Melalui ayat tersebut, jamaah diajak untuk merenungi bahwa meninggalkan sholat bukanlah perkara ringan, melainkan dosa besar yang berakibat pada siksa yang berat di akhirat. Oleh karena itu, khotib mengajak seluruh jamaah untuk menjaga sholat lima waktu, menegakkannya dengan penuh kesadaran, serta menjadikannya sebagai sumber kekuatan spiritual dan moral dalam kehidupan sehari-hari.

Pelaksanaan Shalat Jum’at di Masjid Wisata Religi Margomulyo berlangsung dengan tertib dan lancar. Jamaah menyimak khutbah dengan penuh perhatian, menandakan kuatnya respon dan kesadaran umat terhadap pentingnya pesan yang disampaikan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan Masjid Wisata Religi Margomulyo terus menjadi pusat ibadah dan dakwah yang mampu menanamkan nilai-nilai keislaman yang mendasar, membangun kesadaran beragama, serta menguatkan komitmen umat Islam dalam menjaga sholat sebagai tiang agama dan jalan keselamatan menuju ridha Allah SWT.

Usai pelaksanaan Shalat Jum’at, suasana kebersamaan dan ukhuwah Islamiyah semakin terasa di lingkungan Masjid Wisata Religi Margomulyo. Jamaah dan pengurus takmir masjid saling bertegur sapa, mencerminkan kuatnya ikatan silaturahmi yang terbangun melalui aktivitas ibadah berjamaah.

Kegiatan Jum’at ini diharapkan tidak hanya berhenti pada pelaksanaan ibadah rutin semata, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif masyarakat akan pentingnya menjaga sholat sebagai pondasi kehidupan beragama. Dengan istiqamah dalam menegakkan sholat, umat Islam diharapkan memiliki kekuatan iman dan akhlak yang kokoh, sehingga mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan dengan penuh kesabaran dan tanggung jawab.

Masjid Wisata Religi Margomulyo terus berkomitmen menjadi ruang ibadah yang menyejukkan, pusat dakwah yang mencerahkan, serta wadah pembinaan umat yang mengedepankan nilai-nilai keislaman, kebijaksanaan, dan persatuan.

Jumat, 19 Desember 2025

Gus Jek serukan rawat Ketakwaan dan Kuatkan Ukhuwah: Khutbah Jum’at di Masjid Wisata Religi Margomulyo”

Gus Jek (Jas Putih) Foto bersama pengurus Takmir usai Khutbah jum'at

Masjid Wisata Religi An-nahdla  Margomulyo kembali menjadi pusat pelaksanaan ibadah Shalat Jum’at yang berlangsung dengan khidmat pada Jum’at, 19 Desember 2025. Kegiatan dimulai sekitar pukul 11.30 WIB dan diikuti oleh jamaah dari berbagai kalangan masyarakat dengan suasana tertib, tenang, dan penuh kekhusyukan.


Pada kesempatan tersebut, yang bertindak sebagai khotib sekaligus imam Shalat Jum’at adalah Dr. Ahmad Jakfar Al Mansur, M.Pd., Wakil Ketua PCNU Kabupaten Bojonegoro, Atau Gus Jek Sapaan Akrab untuk beliau,. Dalam khutbahnya, beliau menyampaikan penekanan pada penguatan iman, ketakwaan kepada Allah SWT, serta pentingnya menjaga keseimbangan antara ibadah ritual dan tanggung jawab sosial umat Islam.


Materi khutbah disampaikan secara sistematis, komunikatif, dan sarat nilai hikmah. Jamaah diajak untuk senantiasa memperbaiki kualitas diri, menjaga akhlak mulia, serta menjadikan masjid sebagai pusat pembinaan spiritual dan moral di tengah kehidupan masyarakat. Pesan-pesan keislaman yang disampaikan relevan dengan kondisi umat saat ini, sehingga mampu menggugah kesadaran jamaah untuk terus meningkatkan kualitas keimanan dan kepedulian sosial.


Usai pelaksanaan Shalat Jum’at, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara Gus Jek dengan para pengurus takmir Masjid Wisata Religi An-nahdla Margomulyo. Suasana penuh keakraban dan kekeluargaan terasa dalam pertemuan tersebut. Sebagai penutup, beliau juga menyempatkan diri untuk berfoto bersama pengurus takmir di kawasan masjid, sebagai bentuk dokumentasi sekaligus penguat silaturahmi.


Kegiatan Shalat Jum’at ini sekaligus menegaskan komitmen Masjid Wisata Religi An-nahdla Margomulyo dalam menghadirkan pelayanan ibadah yang berkualitas serta menghadirkan ulama dan tokoh Nahdlatul Ulama yang kompeten dalam menyampaikan pesan-pesan keislaman yang meneduhkan. Kehadiran Gus Dr. Ahmad Jakfar Al Mansur, M.Pd. memberikan nuansa ilmiah sekaligus spiritual yang memperkaya pemahaman jamaah terhadap ajaran Islam.


Diharapkan, pesan-pesan khutbah yang telah disampaikan dapat menjadi bekal bagi jamaah dalam menjalani kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, bermasyarakat, maupun berbangsa dan bernegara. Dengan ketakwaan yang terus dirawat dan ukhuwah yang dijaga, Masjid Wisata Religi An-nahdla  Margomulyo diharapkan semakin kokoh menjadi pusat ibadah, dakwah, dan penguatan karakter umat Islam yang berakhlakul karimah.


Melalui kegiatan Jum’at ini, Masjid Wisata Religi An-nahdla Margomulyo diharapkan terus berperan sebagai pusat ibadah, dakwah, dan penguatan nilai-nilai keislaman yang moderat, menyejukkan, serta membawa manfaat bagi umat dan masyarakat luas.

Jumat, 12 Desember 2025

“Hati sebagai Penentu Sikap atas Musibah: Khutbah Jum’at Reflektif KH. Moh. Nurul Huda di Masjid Wisata Religi Margomulyo”


 Pelaksanaan Shalat Jum’at di Masjid Wisata Religi Margomulyo pada Jum’at, 12 Desember 2025 berlangsung dengan khidmat dan penuh kekhusyukan. Khutbah Jum’at dimulai pukul 11.35 WIB hingga selesai, diikuti oleh jamaah yang memadati masjid dengan suasana tertib dan religius.

Bertindak sebagai khotib sekaligus imam Shalat Jum’at adalah KH. Drs. Moh. Nurul Huda, MHI, Wakil Katib PCNU Kabupaten Bojonegoro. Dalam khutbahnya yang bertema “Diri Manusia dan Musibah”, beliau mengajak jamaah untuk merenungi peran hati sebagai pusat pengendali perilaku manusia dalam menyikapi ujian dan musibah kehidupan.

KH. Nurul Huda menegaskan bahwa dalam diri manusia terdapat segumpal daging yang menjadi penentu baik dan buruknya perilaku, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

أَلَا إِنَّ فِي الْجَسَدِ مُضْغَةً إِذَا صَلَحَتْ صَلَحَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، وَإِذَا فَسَدَتْ فَسَدَ الْجَسَدُ كُلُّهُ، أَلَا وَهِيَ الْقَلْبُ

Beliau menjelaskan bahwa hati yang baik akan mampu mengambil hikmah dari setiap musibah, menjadikannya sebagai ujian, peringatan, dan sarana introspeksi diri. Sebaliknya, hati yang keras akan memandang musibah semata sebagai peristiwa alam tanpa makna spiritual.

Dalam khutbahnya, khotib juga mengingatkan bahwa berbagai kerusakan dan bencana yang terjadi tidak lepas dari ulah manusia, sebagaimana firman Allah SWT:

ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ
(QS. Ar-Rum: 41)

Selain itu, jamaah diajak untuk memperbanyak istighfar sebagai perisai dari musibah dan azab Allah, mengingat janji Allah SWT:

وَمَا كَانَ اللَّهُ لِيُعَذِّبَهُمْ وَهُمْ يَسْتَغْفِرُونَ
(QS. Al-Anfal: 33)

Pada bagian akhir khutbah, KH. Nurul Huda menekankan pentingnya membangun ketakwaan kolektif agar keberkahan diturunkan bagi suatu negeri, sebagaimana firman Allah SWT:

وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَىٰ آمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِم بَرَكَاتٍ مِّنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ
(QS. Al-A’raf: 96)

Usai pelaksanaan Shalat Jum’at, kegiatan dilanjutkan dengan ramah tamah antara KH. Nurul Huda dengan pengurus takmir Masjid Wisata Religi Margomulyo. Suasana hangat dan penuh keakraban terasa dalam pertemuan tersebut, yang kemudian ditutup dengan sesi foto bersama sebagai bentuk dokumentasi dan penguat silaturahmi.

Melalui khutbah ini, jamaah diharapkan semakin memiliki hati yang muthmainnah, mampu menyikapi musibah dengan iman, kesabaran, dan ketakwaan, serta menjadikan setiap peristiwa sebagai jalan untuk semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Dengan terselenggaranya Khutbah Jum’at ini, Masjid Wisata Religi Margomulyo kembali meneguhkan fungsinya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan ruhani dan kesadaran sosial umat. Pesan-pesan khutbah yang disampaikan KH. Nurul Huda, MHI menjadi pengingat penting bagi jamaah untuk selalu menjaga kebersihan hati, memperkuat iman, serta meningkatkan kepekaan spiritual dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan.

Diharapkan nilai-nilai yang disampaikan dalam khutbah tersebut dapat diimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam lingkup keluarga, masyarakat, maupun dalam menjaga harmoni dengan lingkungan sekitar. Dengan hati yang bersih, istighfar yang terus dilantunkan, dan ketakwaan yang terjaga, umat Islam diyakini mampu meraih ketenangan hidup serta keberkahan dari Allah SWT, menuju kehidupan yang aman, sejahtera, dan diridhai-Nya.