Dalam khutbahnya, beliau mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa mensyukuri nikmat kemerdekaan Republik Indonesia. Menurutnya, kemerdekaan yang saat ini dinikmati bukanlah sesuatu yang datang begitu saja, melainkan buah dari perjuangan panjang para pahlawan bangsa.
"Para pejuang terdahulu telah mengorbankan jiwa, raga, bahkan nyawa demi terwujudnya kemerdekaan. Tugas kita hari ini adalah melanjutkan perjuangan itu dengan mengisi kemerdekaan melalui amal terbaik, persatuan, serta pengabdian kepada bangsa dan negara," tegas Dr. Amanullah dalam khutbahnya.
Beliau juga menekankan bahwa rasa syukur terhadap kemerdekaan harus diwujudkan tidak hanya dengan ucapan, tetapi juga dengan tindakan nyata. Umat Islam diajak untuk berkontribusi dalam menjaga persaudaraan, meningkatkan ketakwaan, serta membangun kehidupan berbangsa yang harmonis dan penuh semangat kebersamaan.
Dalam kesempatan itu, Kepala Kemenag Bojonegoro memberikan pesan khusus kepada para takmir masjid agar senantiasa bersabar dan tetap istiqomah dalam berkhidmah. “Mengurus masjid adalah amanah mulia. Dibutuhkan kesabaran, ketulusan, dan keikhlasan. InsyaAllah, setiap langkah pengabdian akan dicatat sebagai amal jariyah,” tuturnya penuh nasihat.
Momen sederhana namun penuh makna itu menjadi penutup indah dalam rangkaian kegiatan Jumat di Masjid An-Nahdla, sekaligus menguatkan semangat kebersamaan antara ulama, umara, dan jamaah dalam merawat ukhuwah Islamiyah.
(Red/Drun)
0 Post a Comment:
Posting Komentar