Jumat, 05 Juni 2026

Malam Jum’at Pon di Masjid Wisata Religi Margomulyo: Menebar Kasih Sayang kepada Sesama Makhluk sebagai Jalan Meraih Rahmat Allah


Margomulyo – Suasana penuh khidmat dan kekeluargaan mewarnai pelaksanaan Kajian Rutin Malam Jum’at Pon yang diselenggarakan di Masjid Wisata Religi Margomulyo pada Kamis, 04 Juni 2026, pukul 20.00–22.00 WIB. Kegiatan yang telah menjadi agenda rutin ini dihadiri oleh seluruh anggota takmir masjid, marbot, para pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan masjid, serta masyarakat sekitar yang antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.

Acara diawali dengan sambutan dari Wakil Ketua Takmir Masjid, Bapak Tri Maryono. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan bahwa kajian rutin Malam Jum’at Pon merupakan sarana untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah sekaligus menjadi media belajar bersama bagi seluruh keluarga besar masjid dan umat Islam secara umum.

“Melalui kegiatan ini, kita dapat menambah wawasan keagamaan, memperkuat keimanan, serta menjalin kebersamaan antar sesama jamaah. Kajian rutin ini bukan hanya milik pengurus masjid, tetapi menjadi ruang pembelajaran bersama bagi seluruh umat Islam,” ungkap beliau di hadapan jamaah.

Setelah sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan pembacaan tahlil dan doa bersama yang dipimpin oleh Kiyai Ihsan. Dengan penuh kekhusyukan, para jamaah mengikuti lantunan tahlil sebagai bentuk dzikir dan doa untuk para pendahulu, keluarga yang telah wafat, serta memohon keberkahan dan keselamatan bagi seluruh umat Islam.

Memasuki puncak acara, jamaah mendapatkan siraman rohani melalui kajian dan tausiyah yang disampaikan oleh Kiyai Badrun, Ketua MUI Kecamatan Margomulyo. Dalam penyampaiannya, beliau mengangkat tema tentang pentingnya menumbuhkan sikap kasih sayang kepada seluruh makhluk ciptaan Allah SWT sebagai bagian dari implementasi ajaran Islam yang rahmatan lil ‘alamin.

KH. Badrun mengutip sabda Rasulullah SAW yang berbunyi:

"Berbelas kasihlah kamu kepada semua yang ada di muka bumi, niscaya semua yang ada di langit akan berbelas kasih kepadamu."

Beliau menjelaskan bahwa kasih sayang tidak hanya ditujukan kepada sesama manusia, tetapi juga kepada seluruh makhluk Allah, termasuk hewan, tumbuhan, dan lingkungan tempat manusia hidup. Menurutnya, seorang muslim yang baik adalah mereka yang mampu menghadirkan manfaat, kedamaian, dan kepedulian kepada lingkungan sekitarnya.

Dalam kajian tersebut, KH. Badrun juga mengingatkan bahwa berbagai persoalan sosial yang terjadi di masyarakat sering kali berawal dari hilangnya rasa empati dan kepedulian terhadap sesama. Oleh karena itu, umat Islam perlu terus menumbuhkan nilai kasih sayang, toleransi, gotong royong, serta sikap saling membantu dalam kehidupan sehari-hari.

“Islam mengajarkan kita untuk menjadi rahmat bagi alam semesta. Semakin besar rasa kasih sayang kita kepada sesama makhluk Allah, maka semakin besar pula rahmat dan pertolongan Allah yang akan kita terima,” tegas beliau.

Para jamaah tampak mengikuti kajian dengan penuh perhatian. Materi yang disampaikan dinilai sangat relevan dengan kondisi kehidupan masyarakat saat ini, terutama dalam membangun hubungan sosial yang harmonis di tengah berbagai tantangan kehidupan modern.

Kegiatan Kajian Rutin Malam Jum’at Pon ditutup dengan doa bersama yang memohon keberkahan, kesehatan, keselamatan, serta kemajuan bagi umat Islam dan masyarakat sekitar. Melalui kegiatan ini, Masjid Wisata Religi Margomulyo kembali menegaskan perannya tidak hanya sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai pusat pembinaan umat, penguatan nilai-nilai keislaman, serta wadah mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Semangat belajar, berdzikir, dan menebar kasih sayang yang terbangun dalam Kajian Rutin Malam Jum’at Pon diharapkan dapat terus tumbuh dan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk mewujudkan kehidupan yang lebih harmonis, religius, dan penuh keberkahan.

Dalam kesempatan tersebut, para jamaah juga diajak untuk menjadikan momentum kajian rutin sebagai sarana muhasabah atau introspeksi diri. KH. Badrun menegaskan bahwa keberhasilan seorang muslim tidak hanya diukur dari banyaknya ibadah ritual yang dilakukan, tetapi juga dari sejauh mana ia mampu menghadirkan manfaat bagi orang lain dan menjaga hubungan yang baik dengan seluruh makhluk ciptaan Allah SWT.

Beliau mencontohkan bagaimana Rasulullah SAW senantiasa menunjukkan kasih sayang dalam kehidupan sehari-hari. Tidak hanya kepada keluarga dan sahabat, tetapi juga kepada fakir miskin, anak yatim, tetangga, bahkan kepada hewan dan lingkungan. Keteladanan tersebut menjadi bukti bahwa Islam adalah agama yang mengajarkan kelembutan, kepedulian, dan penghormatan terhadap kehidupan.

Lebih lanjut, KH. Badrun mengajak seluruh jamaah untuk mengimplementasikan nilai kasih sayang dalam kehidupan bermasyarakat melalui berbagai bentuk kepedulian sosial, seperti membantu tetangga yang mengalami kesulitan, mendukung kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan, menjaga kebersihan lingkungan, serta memperkuat budaya gotong royong yang telah menjadi ciri khas masyarakat Indonesia.

Kehadiran para pelaku UMKM yang beraktivitas di kawasan Masjid Wisata Religi Margomulyo juga mendapat apresiasi dari beliau. Menurutnya, keberadaan para pedagang tidak hanya berperan dalam menggerakkan perekonomian masyarakat, tetapi juga turut mendukung kenyamanan para jamaah dan peziarah yang datang ke kawasan wisata religi tersebut.

Sementara itu, para jamaah menyambut positif pelaksanaan kajian rutin yang diselenggarakan secara istiqamah. Selain menjadi sarana menambah ilmu agama, kegiatan ini juga menjadi wadah silaturahmi yang mempererat hubungan antar pengurus masjid, masyarakat, dan berbagai unsur yang terlibat dalam pengembangan Masjid Wisata Religi Margomulyo.

Dengan terselenggaranya Kajian Rutin Malam Jum’at Pon ini, diharapkan semangat menuntut ilmu, memperbanyak dzikir, dan menumbuhkan rasa kasih sayang terhadap sesama dapat terus berkembang di tengah masyarakat. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membangun kehidupan yang harmonis, damai, dan penuh keberkahan sebagaimana dicontohkan oleh Rasulullah SAW.

Penutup

Kajian Rutin Malam Jum’at Pon di Masjid Wisata Religi Margomulyo bukan sekadar agenda keagamaan bulanan, melainkan juga ikhtiar bersama untuk membangun masyarakat yang berilmu, berakhlak, dan berkepribadian Islami. Dari lantunan tahlil, siraman tausiyah, hingga hangatnya silaturahmi antarjamaah, seluruh rangkaian kegiatan menjadi pengingat bahwa rahmat Allah SWT akan semakin dekat kepada mereka yang senantiasa menebarkan kasih sayang, kebaikan, dan kemanfaatan kepada seluruh makhluk di muka bumi.

"Barang siapa menebar kasih sayang kepada sesama makhluk, maka ia sedang membuka pintu datangnya kasih sayang Allah SWT dalam kehidupannya." Semoga pesan mulia ini senantiasa menginspirasi seluruh jamaah untuk menghadirkan Islam sebagai rahmat bagi semesta alam dalam kehidupan sehari-hari.

Idul Adha 1447 H: Momentum Memperkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial di Masjid Wisata Religi Margomulyo

Margomulyo – Rabu, 27 Mei 2026. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Wisata Religi Margomulyo pada Rabu, 27 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah dari warga sekitar masjid serta para peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk beribadah sekaligus berziarah ke kawasan wisata religi tersebut.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib Shalat Idul Adha adalah Kiyai Imam Solikin, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Komisi C. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini, terlebih karena khutbah disampaikan menggunakan bahasa Jawa, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan lebih dekat dan membumi oleh jamaah.

Dalam khutbahnya, KH. Imam Solikin mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beliau menjelaskan bahwa Idul Adha tidak hanya dikenal sebagai Riyaya Agung atau hari raya besar umat Islam, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai Riyaya Haji dan Riyaya Kurban.

Pada bagian awal khutbah, beliau mengingatkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang merupakan hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal ibadah. Berbagai amalan seperti puasa sunnah, dzikir, takbir, dan amal saleh lainnya memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Selanjutnya, Imam Solikin menguraikan makna ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan materi. Menurut beliau, haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga sarana penyucian diri dan penghapus dosa. Beliau mengingatkan bahwa haji mabrur merupakan cita-cita setiap muslim karena balasan yang dijanjikan Allah SWT tidak lain adalah surga.

Pada bagian utama khutbah, beliau mengangkat kisah monumental Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan tertinggi dalam hal keimanan, kepatuhan, dan pengorbanan. Diceritakan bagaimana Nabi Ibrahim menerima perintah Allah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ismail menerima perintah tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Ketika keduanya telah berserah diri sepenuhnya, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai tebusan, yang kemudian menjadi dasar syariat kurban bagi umat Islam hingga saat ini.

Melalui kisah tersebut, Imam Solikin menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan simbol pengorbanan, ketulusan, dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Beliau juga menjelaskan berbagai ketentuan fikih mengenai kurban serta keutamaan orang yang melaksanakannya. Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, amalan berkurban merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya kurban.

Selain itu, beliau mengingatkan bahwa umat Islam yang diberikan keluasan rezeki hendaknya tidak meninggalkan ibadah kurban. Kurban merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah sekaligus sarana berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Di akhir khutbah, Imam Solikin mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan, memperkokoh semangat pengorbanan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Beliau juga memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan kesempatan kepada umat Islam untuk kembali bertemu dengan Idul Adha pada tahun-tahun mendatang dalam keadaan penuh keberkahan.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Wisata Religi Margomulyo berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Antusiasme jamaah dan para peziarah yang memadati area masjid menjadi bukti bahwa semangat beribadah dan kecintaan umat terhadap syiar Islam terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Semoga nilai-nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.”

Usai pelaksanaan Shalat Idul Adha dan khutbah, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai wujud mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Momen tersebut tampak semakin hangat dengan hadirnya para peziarah dari berbagai daerah yang turut membaur bersama masyarakat setempat dalam suasana penuh kebersamaan dan persaudaraan.

Kawasan Masjid Wisata Religi Margomulyo sejak pagi hari telah dipadati kendaraan jamaah dan rombongan peziarah. Selain melaksanakan Shalat Idul Adha, sebagian jamaah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berziarah dan mengenal lebih dekat sejarah perkembangan dakwah Islam di wilayah Margomulyo yang telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Bojonegoro.

Panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Berkat kerja sama yang baik antara pengurus masjid, relawan, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar, pelaksanaan Shalat Idul Adha dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah yang hadir.

Momentum Idul Adha tahun ini juga menjadi pengingat bahwa semangat pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim AS tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dalam pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan harta demi kemaslahatan umat. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat persatuan, dan menjaga kerukunan antar sesama.

Dengan terselenggaranya Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Wisata Religi Margomulyo, diharapkan semangat keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial masyarakat semakin meningkat. Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen penghambaan kepada Allah SWT serta memperkuat kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat dan bangsa.

Penutup

Idul Adha mengajarkan bahwa kemuliaan seorang hamba terletak pada kesediaannya untuk taat kepada Allah SWT dan rela berkorban demi kebaikan. Dari Masjid Wisata Religi Margomulyo, gema takbir yang berkumandang pada pagi Idul Adha menjadi pengingat bahwa pengorbanan yang dilandasi keikhlasan akan melahirkan keberkahan, sedangkan kebersamaan yang dibangun atas dasar iman akan melahirkan kekuatan umat yang kokoh dan bermartabat. Semoga nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa hidup dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya pada hari raya, tetapi juga dalam setiap langkah pengabdian kepada agama, bangsa, dan sesama manusia.