Jumat, 05 Juni 2026

Idul Adha 1447 H: Momentum Memperkuat Keimanan dan Kepedulian Sosial di Masjid Wisata Religi Margomulyo

Margomulyo – Rabu, 27 Mei 2026. Suasana khidmat dan penuh kekhusyukan menyelimuti pelaksanaan Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Wisata Religi Margomulyo pada Rabu, 27 Mei 2026, mulai pukul 06.00 WIB hingga selesai. Kegiatan ini dihadiri oleh jamaah dari warga sekitar masjid serta para peziarah yang datang dari berbagai daerah di Indonesia untuk beribadah sekaligus berziarah ke kawasan wisata religi tersebut.

Bertindak sebagai imam sekaligus khatib Shalat Idul Adha adalah Kiyai Imam Solikin, yang juga merupakan anggota DPRD Kabupaten Bojonegoro dari Komisi C. Kehadiran beliau memberikan warna tersendiri dalam pelaksanaan Idul Adha tahun ini, terlebih karena khutbah disampaikan menggunakan bahasa Jawa, sehingga pesan-pesan keagamaan dapat diterima dengan lebih dekat dan membumi oleh jamaah.

Dalam khutbahnya, KH. Imam Solikin mengajak seluruh jamaah untuk senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya. Beliau menjelaskan bahwa Idul Adha tidak hanya dikenal sebagai Riyaya Agung atau hari raya besar umat Islam, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai Riyaya Haji dan Riyaya Kurban.

Pada bagian awal khutbah, beliau mengingatkan tentang keutamaan sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah yang merupakan hari-hari terbaik untuk memperbanyak amal ibadah. Berbagai amalan seperti puasa sunnah, dzikir, takbir, dan amal saleh lainnya memiliki nilai pahala yang sangat besar di sisi Allah SWT.

Selanjutnya, Imam Solikin menguraikan makna ibadah haji sebagai perjalanan spiritual yang menuntut kesiapan fisik, mental, dan materi. Menurut beliau, haji bukan sekadar perjalanan menuju Tanah Suci, tetapi juga sarana penyucian diri dan penghapus dosa. Beliau mengingatkan bahwa haji mabrur merupakan cita-cita setiap muslim karena balasan yang dijanjikan Allah SWT tidak lain adalah surga.

Pada bagian utama khutbah, beliau mengangkat kisah monumental Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS sebagai teladan tertinggi dalam hal keimanan, kepatuhan, dan pengorbanan. Diceritakan bagaimana Nabi Ibrahim menerima perintah Allah melalui mimpi untuk menyembelih putranya, Nabi Ismail. Dengan penuh keikhlasan, Nabi Ismail menerima perintah tersebut sebagai bentuk ketaatan kepada Allah SWT. Ketika keduanya telah berserah diri sepenuhnya, Allah mengganti Nabi Ismail dengan seekor domba sebagai tebusan, yang kemudian menjadi dasar syariat kurban bagi umat Islam hingga saat ini.

Melalui kisah tersebut, Imam Solikin menegaskan bahwa ibadah kurban bukan sekadar penyembelihan hewan, melainkan simbol pengorbanan, ketulusan, dan ketaatan seorang hamba kepada Tuhannya. Beliau juga menjelaskan berbagai ketentuan fikih mengenai kurban serta keutamaan orang yang melaksanakannya. Berdasarkan hadis Rasulullah SAW, amalan berkurban merupakan salah satu amalan yang paling dicintai Allah pada hari raya kurban.

Selain itu, beliau mengingatkan bahwa umat Islam yang diberikan keluasan rezeki hendaknya tidak meninggalkan ibadah kurban. Kurban merupakan wujud rasa syukur atas nikmat yang diberikan Allah sekaligus sarana berbagi kebahagiaan dengan sesama, terutama kaum dhuafa dan masyarakat yang membutuhkan.

Di akhir khutbah, Imam Solikin mengajak seluruh jamaah untuk menjadikan momentum Idul Adha sebagai sarana memperkuat keimanan, memperkokoh semangat pengorbanan, serta meningkatkan kepedulian sosial di tengah masyarakat. Beliau juga memanjatkan doa agar Allah SWT senantiasa memberikan kesehatan, keselamatan, dan kesempatan kepada umat Islam untuk kembali bertemu dengan Idul Adha pada tahun-tahun mendatang dalam keadaan penuh keberkahan.

Pelaksanaan Shalat Idul Adha di Masjid Wisata Religi Margomulyo berlangsung dengan tertib, aman, dan penuh kekhusyukan. Antusiasme jamaah dan para peziarah yang memadati area masjid menjadi bukti bahwa semangat beribadah dan kecintaan umat terhadap syiar Islam terus tumbuh dan berkembang di tengah masyarakat.

“Semoga nilai-nilai keikhlasan, ketaatan, dan pengorbanan yang dicontohkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dapat menjadi inspirasi bagi umat Islam dalam menjalani kehidupan sehari-hari serta memperkuat ukhuwah dan kepedulian sosial di tengah masyarakat.”

Usai pelaksanaan Shalat Idul Adha dan khutbah, jamaah saling bersalaman dan bermaaf-maafan sebagai wujud mempererat tali silaturahmi serta memperkokoh ukhuwah Islamiyah. Momen tersebut tampak semakin hangat dengan hadirnya para peziarah dari berbagai daerah yang turut membaur bersama masyarakat setempat dalam suasana penuh kebersamaan dan persaudaraan.

Kawasan Masjid Wisata Religi Margomulyo sejak pagi hari telah dipadati kendaraan jamaah dan rombongan peziarah. Selain melaksanakan Shalat Idul Adha, sebagian jamaah juga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk berziarah dan mengenal lebih dekat sejarah perkembangan dakwah Islam di wilayah Margomulyo yang telah menjadi salah satu destinasi wisata religi di Kabupaten Bojonegoro.

Panitia pelaksana menyampaikan rasa syukur atas kelancaran seluruh rangkaian kegiatan. Berkat kerja sama yang baik antara pengurus masjid, relawan, aparat keamanan, serta masyarakat sekitar, pelaksanaan Shalat Idul Adha dapat berlangsung dengan tertib, aman, dan nyaman bagi seluruh jamaah yang hadir.

Momentum Idul Adha tahun ini juga menjadi pengingat bahwa semangat pengorbanan yang diajarkan Nabi Ibrahim AS tidak hanya diwujudkan dalam bentuk penyembelihan hewan kurban, tetapi juga dalam pengorbanan waktu, tenaga, pikiran, dan harta demi kemaslahatan umat. Nilai-nilai tersebut sangat relevan untuk diterapkan dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam membangun kepedulian sosial, memperkuat persatuan, dan menjaga kerukunan antar sesama.

Dengan terselenggaranya Shalat Idul Adha 1447 H di Masjid Wisata Religi Margomulyo, diharapkan semangat keimanan, ketakwaan, dan kepedulian sosial masyarakat semakin meningkat. Idul Adha bukan sekadar perayaan tahunan, melainkan momentum untuk memperbarui komitmen penghambaan kepada Allah SWT serta memperkuat kontribusi nyata bagi kesejahteraan umat dan bangsa.

Penutup

Idul Adha mengajarkan bahwa kemuliaan seorang hamba terletak pada kesediaannya untuk taat kepada Allah SWT dan rela berkorban demi kebaikan. Dari Masjid Wisata Religi Margomulyo, gema takbir yang berkumandang pada pagi Idul Adha menjadi pengingat bahwa pengorbanan yang dilandasi keikhlasan akan melahirkan keberkahan, sedangkan kebersamaan yang dibangun atas dasar iman akan melahirkan kekuatan umat yang kokoh dan bermartabat. Semoga nilai-nilai luhur Idul Adha senantiasa hidup dalam kehidupan masyarakat, tidak hanya pada hari raya, tetapi juga dalam setiap langkah pengabdian kepada agama, bangsa, dan sesama manusia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar